Tuesday, December 7, 2010

Virus (Bab 3)

Peta Konsep:
Ukuran Virus
Virus yang biasa kita dengar ini merupakan makhluk yang bentuknya sangat kecil sekali. Ukurannnya saja tidak akan bisa kita lihat dengan mata telanjang. Ukuran dari Virus itu sendiri ialah berkisar dari 25 nanometer – 300 nanometer.
Diantara virus-virus itu, banyak sekali ukuran-ukuran virus tersebut. Karena virus itu memiliki berbagai macam ukuran. Kita juga harus tau bentuk-bentuknya
Macam-macam Bentuk Virus
Virus memiliki banyak macam jenisnya. Diantaranya bentuk virus yang paling sering dilihat dan merupakan bentuk virus yang paling unik ialah bentuk T.

Virus bentuk T
Selain adanya bentuk itu ada lagi beberapa bentuk-bentuk virus seperti:

Virus bentuk bulat, batang, dan mirip huruf T
Reproduksi virus:
Virus tidak bisa bereproduksi sendiri, karena itu Virus membutuhkan sel inang untuk dijadikan sarang sementara agar calon virus baru bisa tumbuh.
Comment/Reflection:
Andy: Virus merupakan Parasit yang berukuran Mikroskopik/ sangat kecil yang sebagian besar merupakan makhluk yang merugikan. Virus ini bukanlah Makhluk Hidup, karena virus ini tidak dapat mati. Semua mahluk hidup dapat mati, tetapi virus ini tidak dapat mati. Karena itu Virus ini tidak dimasukan kedalam Klasifikasi satupun. Virus ini merupakan makhluk yang tidak bisa mati dan yang tidak dapat berkembang biak secara sendiri, virus ini membutuhkan sel inang untuk dia dapat melakukan proses berkembang biaknya. Virus ini tidak melakukan proses yang seperti makhluk hidup lain lakukan seperti proses reproduksi yang biasa dilakukan oleh makhluk hidup lain.

Boby: Virus, yang kita ketahui tentang virus adalah selalu bagian atau sisi buruk nya saja, contoh virus flu burung yang telah membunuh ribuan orang di bumi ini, tetapi coalah lihat pada bagian atau sisi yang positif atau yang menguntungkan, seperti contoh virus digunakan untuk mengkloning gen (produksi DNA yang secara genetis identik). Jadi janganlah selalu takut pada virus walaupun kita tau kita harus menghindari virus agara tidak terkena penyakit, jadi jagalah diri kalian masing-masing agar tidak terkena virusa yang berbahaya melainkan terkena virus yang menguntungkan.

Jennifer: Setiap orang jika mendengar kata virus pasti berpikir kalau itu berbahaya. Di bab 3 ini, aku belajar apa saja virus-virus yang membahayakan. Ternya banyak sekali. Di bab ini aku juga belajar bagimana virus masuk ke dalam ke tubuh manusia atau hewan atau tumbuhan. Ternyata proses masuknya virus cukup lama, sehingga banyak yang tidak sadar akan itu. Contohnya demam berdarah. Lalu di bab ini aku juga belajar bagaimana mencegah virus. Kita harus menjaga kebersihan diri kita maupun lingkungan kita. Lalu kita harus segera tanggap jika ada orang yang terkena gejala-gejala terserang virus.

Monday, December 6, 2010

Eubacteria dan Archaebacteria (Bab 4)

Peta Konsep:

EUBACTERIA
Eubacteria berasal dari kata eu=sejati dan bacteria=bakteri, berarti arti dai eubactheria sendiri adalah bakteri yang sejati. Pada tahun 1684 seorang ilmuwan belanda Anthony van Leeuwenhoek menerbitkan beraneka ragam gambar-gambar bentuk bakteri, dan ilmu tentang bakteri pun terus meningkat sehingga para ilmuwan yang mempelajari tentang bakteri disebut bakteriologi.
CIRI SEL
1.       Ukuran dan Bentuk Sel
o   Ukuran dan tubuh bakteri sangat bervariasi, dimulai dari yang berdiameter 0,12 mikron sampai panjangnya ratusan micron (1 mikron). Tetapi rata-rata sel atau bakteri berukuran 1-5 mikron, dan bakteri hanya dapat dilihat melakukan mikroskop cahaya dan mikroskop electron.  Ada satu bakteri yang ukuran terbesar dari antara bakteri lain yaitu Thiomargarita yang berukuran 200 mikron.
o   Bentuknya pun beraneka ragam yaitu dibagi menjadi tiga, antara lain kokus (bulat), basil (batang), Spirila (spiral). Itu hanyalah bentuk dasar nya ad juga gabungan antara kokus dan basil yang kita sebut kokusbasil yang berbentuk filamen.

2.       Struktur dan Fungsi Sel
o   Struktur dan fungsi sel yang mendasar pada sel meliputi dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan.
o   Dinding sel berfungsi sebagai pelinding dan pemberi bentuk bakteri.
o   Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma.
o   Sitoplasma adalah sebuah cairan sel.
o   Ribosom adalah organel yang terbesar dalam sitoplasma.
o   DNA (deoxyribonucleic acid: asam deoksiribonukleat) adalah materi pembawa informasi genetika.
o   Granula penyimpanan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
o   Kapsul dan lapisan lender adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu.
o   Flagellum (jamak: flagella) atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
o   Pilus dan fimbria (jamak: pili) struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel.
o   Klorosom adalah struktur yang berada tepat berada di bawah membrane plasma.
o   Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis.
o   Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif.

3.       Cara Hidup
o   Cara bakteri mempertahankan hidup nya hamper sama dengan cara-cara makhluk hidup lainnya melakukannya yaitu dengan cara mencari makanan untuk bertahan hidup, dari cara mencari makannya bakteri dibagi menjadi dua yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof.
o   Bakteri heterotrof adalah bakteri yang makanannya berupa senyawa organic dari organism lain. Sedangkan bakteri autotrof adalah bakteri yang mampu membuat makannanya sendiri, jadi bakteri autotrof tidak perlu untuk mencari makanan.

4.       Reproduksi
o   Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual dengan cara membelah diri menjadi 2 disebut pembelahan biner. Selain secara aseksual ad juga dengan cara seksualyaitu dengan cara pertukaran materi genetic dengan bakteri lainnya disebut juga dengan rekombinasi genetic atau rekombinasi DNA.
o   Transformasi adalah masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri dan mengubah sifat sel bakteri.
o   Transduksi adalah pemindahan materi genetic satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya dengan perantara organism lain yaitu bakteriofage.
o   Konjugasi adalah pemindahan materi genetic secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan di antara dua sel bakteri yang berdekatan.

ARCHAEBACTERIA
KARAKTERISTIK
1. Zat penyusun dinding sel tidak mengandung peptidoglikan
2. Ribosom mengandung beberapa RNA polimerase
3. Membran plasma mengandung lipid dengan ikatan eter
4. Habitat di lingkungan ekstrim
JENIS/ANGGOTA
1. Bakteri Metanogen
Organisme anaerob dan bersifat heterotrof
Penghasil metana
Habitat di rawa-rawa sebagai pengurai
Contoh: Lachnospira multiparus (pemecah pektin)
   Succinomonas amylolytica (pemecah amilum)
  Ruminococcus albus (pemecah selulosa)
2. Bakteri Halofil
Bakteri yang hidup di lingkungan berkadar garam tinggi
Contoh: Halobacterium sp, Bacterio rodopsin
3. Bakteri Termoasidofil
Bakteri yang hidup di lingkungan asam dan panas
Terdapat di kawah-kawah vulkanik
Contoh: Sulfolobus sp, Thermoplasma sp
Comment/ Reflection:
Andy: Eubacteria atau yang biasa lebih sering dikenal dengan Bakteri sejati ialah Bakteri yang tidak sama seperti Archaebacteria, Archaebacteria merupakan bakteri tidak sejati dan memang dapat bertahan pada tempat-tempat ektrim. Tidak seperti Eubacteria, Archaebacteria memiliki perbedaan di dalam juga, seperti peptidoplikannya dalam bakteri tersebut. Bakteri juga memiliki bentuk-bentuk yang beraneka ragam. Seperti Bakteri Lactobacilus Protectus, bakteri ini memiliki bentuk bulat, jika kita sudah mempelajari bab ini kita akan langsung mengetahui bentuk-bentuk bakteri tersebut hanya melewati namanya saja. Sama halnya dengan Archaebacteria, nama bakteri juga mempermdah kita mengetahui bentuk-bentuk bakteri tersebut.

Boby: Pada bab ini kita belajar tentang sel dan bakteri, tetapi tidak hanya itu kita juga mempelajari lebih dalam lagi, kita juga mempelajari struktur tubuh sel, ukuran dan bentuk sel, fungsi sel dan bakteri itu sendiri, dan ternyata sel atau bakteri juga mempunyai cara hidup nya yan hamper sama dengan manusia yaitu dengan cara mencari makan, dari caranya sel atau bakteri mencari makan itu dibagi menjadi dua macam bakteri yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof. Selain cirinya yang hamper sama dengan manusia dalam hal mencari makan, sel atau bakteri juga bereproduksi atau berkembang biak, dan yang terkahir kita juga belajar tentang habitat sel atau bakteri itu sendiri.

Jennifer: Eubacteria adalah bakteri sejati sedangkan Archaebacteria adalah bakteri kuno. Kedua jenis bakteri inilah yang aku pelajari di bab 4 ini. Ternyata bakteri itu banyak jenis-jenisnya dan bakteri itu ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Dari bab ini juga aku belajar kalau bakteri itu berbeda dengan virus. Bakteri juga memiliki berbgai macam bentuk. Selama ini aku berpikir bahwa bakteri itu hanya berbentuk bulat. Lalu dengan belajar tentang bakteri, aku sekarang bakteri juga ada di lingkungan yang ekstrim. Ternyata Allah itu sungguh luar biasa, Ia menciptakan pula bakteri-bakteri pada awal kehidupan bumi. Di bab ini juga aku belajar cara pencegahan terhadap bakteri yang merugikan. Hanya dengan cara simple saja, manusia bisa bebas dari penyakit yang diesebabkan oleh bakteri.  

Protista (Bab 5)

Peta Konsep:
PROTISTA MIRIP HEWAN (PROTOZOA)

KARAKTERISTIK
1. Organisme eukariotik (inti sel dilindungi membran)
2. Secara umum bersifat heterotrof
3. Tidak berdinding selulosa
4. Cara hidup soliter dan berkoloni
5. Secara umum punya alat gerak (pseudopodia, flagel, silia)
6. Reproduksi aseksual dengan membelah diri dan seksual dengan konjugasi
7. Berperan sebagai zooplankton
8. Habitat air tawar dan air laut
KLASIFIKASI
Hewan Protozoa diklasifikasikan menjadi 4 kelas berdasar alat geraknya yaitu:
1. Rhizopoda/Sarcodina (alat gerak: pseudopodia/kaki semu)
2. Flagellata/Mastigophora (alat gerak: flagel/bulu cambuk)
3. Cilliata/Cilliophora (alat gerak: silia/bulu getar)
4. Sporozoa (tanpa alat gerak, menghasilkan spora)
CIRI POKOK DAN ANGGOTA SETIAP KELAS
1. Rhizopoda/Sarcodina
Alat gerak: pseudopodia
Habitat di air tawar
Bentuk tubuh tidak tetap
Sistem pencernaan: fagositosis (dengan vakuola makanan)
Sistem respirasi, ekskresi dan regulasi secara difusi (dengan vakuola  kontraktil)
Sistem reproduksi: membelah diri
Pada kondisi tidak menguntungkan membentuk kista
Contoh: Amoeba sp, Foraminifera sp, Radiolaria sp, Arcella sp, Diflugia sp, Heliozoa sp
2. Flagellata/Mastigophora
Alat gerak: bulu cambuk/flagel
Bentuk tubuh tetap (punya pelikel)
Habitat di air tawar dan air laut
Sistem reproduksi pembelahan biner
Berdasar cara mendapatkan makanan digolongkan menjadi:
a. Zooflagellata
Heterotrof (tidak berplastida)
Hewan holozoik ( memakan hewan lain)
Bersifat parasit
Contoh: Leismania donovani, Trypanosoma sp
b. Fitoflagellata
Autotrof (berplastida)
Hewan holofitik (sifat menyerupai tumbuhan)
Contoh: Euglena sp, Volvox globator
3. Cilliata/Cilliophora
Alat gerak : silia
Bentuk tubuh tetap
Kelompok terbesar dari filum Protozoa
Sistem pencernaan dengan vakuola makanan
Sistem reproduksi aseksual dengan pembelahan biner dan seksual dengan konjugasi
Contoh: Paramaecium sp, Stentor sp, Vorticella sp
4. Sporozoa
Tidak punya alat gerak
Dapat menghasilkan spora
Bersifat parasit
Contoh: Plasmodium sp, Monocystis sp
PERANAN PROTOZOA
1. Foraminifera sp
Membentuk lapisan tanah globigerina sebagai indikator minyak bumi
2. Radiolaria sp
Membentuk lapisan tanah radiolaria sebagai bahan penggosok/penghalus
3. Diflugia sp
Melekatkan pasir
KERUGIAN PROTOZOA
1. Entamoeba ginggivalis: Kerusakan gigi dan radang dinding mulut

2. Entamoeba hystolytica (penyakit disentri)
3. Leismania donovani (penyakit kalaazar pada manusia)
4. Leismania tropica dan Leismania brasiliensis (penyakit kulit pada manusia)
5. Trypanosoma evansi (penyakit sura pada ternak)
6. Trypanosoma brucei (penyakit nagana)
7. Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodosiensis (penyakit tidur pada manusia)
8. Trypanosoma cruzii (penyakit chagas pada tikus dan insekta)
9. Plasmodium sp
a. Plasmodium falcifarum (penyakit malaria tropika, masa sporulasi 24 jam)
b. Plasmodium vivax (penyakit malaria tertiana, masa sporulasi 48 jam)
c. Plasmodium malariae (penyakit malaria kuartana, masa sporulasi 72 jam)

PROTISTA MIRIP TUMBUHAN (ALGA/GANGGANG)

KARAKTERISTIK
Secara umum ganggang punya ciri-ciri:
1. Tumbuhan bertalus/talophyta (tidak dapat dibedakan akar, batang dan  daun)
2. Penyusun fitoplankton
3. Tubuh uniseluler/mikroskopik dan multiseluler/makroskopik
4. Organisme eukariotik (inti sel dilindungi membran)
5. Bersifat autotrof (dapat menyusun makanan sendiri)
6. Mempunyai dinding sel
REPRODUKSI
1. Reproduksi Aseksual
a. Zoospora/spora kembara (spora yang dilengkapi alat gerak)
b. Pembelahan sel
c. Fragmentasi (pemotongan/pemisahan koloni)
d. Hormogonium (pemotongan pada ganggang bentuk benang)
2. Reproduksi Seksual
a. Isogami (gamet jantan dan betina punya bentuk dan ukuran sama)
b. Anisogami (gamet jantan dan betina punya bentuk dan ukuran berbeda)
c. Konjugasi (peleburan 2 individu yang belum diketahui jenis kelaminnya)
d. Oogami (organisme jantan dan betina punya alat reproduksi)
KLASIFIKASI
Ganggang diklasifikasikan menjadi 4 kelas berdasar pigmen dominan yaitu:
1. Chlorophyta/ganggang hijau (klorofil)
2. Chrysophyta/ganggang keemasan (karoten)
3. Phaeophyta/ganggang coklat (fikosantin)
4. Rhodophyta/ganggang merah (fikoeritrin)
CIRI POKOK DAN ANGGOTA
1. Chlorophyta
Dinding sel dari selulosa
Bentuk talus: lembaran, benang, bola
Reproduksi aseksual dengan zoospora dan seksual dengan konjugasi
Habitat air laut dan air tawar
Punya pirenoid (organel penyimpan zat makanan)

2. Chrysophyta
Dinding sel dari zat kersik dan silika
Bentuk talus: bola, benang, kotak
Habitat air laut
Contoh: Ochromonas sp, Navicula sp, Vaucheria sp
3. Phaeophyta
Dinding sel dari selulosa dan asam alginat
Bentuk talus seperti tumbuhan tingkat tinggi
Reproduksi aseksual dengan zoospora dan seksual dengan isogami, oogami
Habitat di air laut (pantai)
Contoh: Sargasum siliquosum, Turbinaria sp, Fucus vesiculosus, Laminaria sp
4. Rhodophyta
Dinding sel dari manan dan xilan
Bentuk talus seperti benang
Sebagian besar anggota sebagai bahan agar-agar
Reproduksi aseksual dengan spora haploid dan aseksual dengan konjugasi
Contoh: Eucheuma spinosum, Gracillaria sp, Gellidium sp, Gigartina sp, Chondrus sp
PERANAN GANGGANG
1. Secara umum ganggang berperan sebagai fitoplankton
2. Chlorella sp (alternatif makanan berprotein tinggi)
3. Ulva lactuva (sayuran)
4. Diatomae/Navicula sp
5. Laminaria sp
6. Eucheuma spinosum, Gracillaria sp dan Gellidium sp (bahan agar-agar)

PROTISTA MIRIP JAMUR (MYXOMYCOTINA dan OOMYCOTINA)

MYXOMYCOTINA (JAMUR LENDIR)
CIRI KHUSUS
1. Bersifat heterotrof (tidak dapat menyusun makanan sendiri)
2. Kelompok jamur paling sederhana
3. Mengalami fase vegetatif/plasmodium (massa protoplasma yang dapat bergerak)
4. Cara hidup parasit dan saprofit
5. Mengalami siklus hidup 3 tahapan:
a. Masa lendir
b. Masa pembentukan badan buah/sporangium
c. Masa pertumbuhan spora
ANGGOTA
1. Fuligo varians
2. Aethalium spticum
3. Physarium polycephalum
OOMYCOTINA (JAMUR AIR)
CIRI KHUSUS
1. Tubuh berupa benang/hifa tidak bersekat
2. Dinding sel dari zat selulosa
3. Cara hidup saprofit dan parasit
4. Reproduksi aseksual dengan zoospora, sprangium, konidium dan seksual dengan oogami
ANGGOTA
1. Saprolegnia sp (saprofit pada bangkai ikan dan serangga)
2. Phytopthora infestan (parasit tanaman kentang)
3. Phytophtora faberi (parasit tanaman karet)
4. Phytophtora nicotiana (parasit tanaman tembakau)
5. Phytium sp (penyakit lapuk berbulu/rebah semai)
6. Plasmora viticola (parasit daun anggur)
 Comment/ Reflection:
Andy: Protista adalah kingdom yang sangat unik. Kingdom ini berisi dengan berbagai jenis makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan(ganggang), hewan(Protozoa), dan jamur. pada kingdom ini banyak sekali jenis-jenis makhluk hidup yang tadinya digolongkan kedalam kingdom Animalia dan Plantae. Setelah berjalannya Waktu dan penelitian yang semakin berkembang, maka para ilmuan membedakan Protista kedalam Kingdom-kingdom tersendiri. Didalam kingdom protista juga dibagi lagi kedalam tiga bagian. Bagian yang pertama ialah Protozoa(Protista yang menyerupai hewan), Algae/Ganggang(Protista yang menyerupai tumbuhan), dan Protista yang menyerupai jamur. Boby: Dalam bab ini kita mempelajari tentang protista, setelah mempelajari bab ini kita akan megerti dan bisa menguraikan cirri-ciri protista, dan protista itu di bagi menjadi banyak ciri-ciri nya jadi kita juga harus bisa membandingkan ciri-ciri satu protista dengan yang lain dalam hal bentuk dan ukuran nya, kita juga harus bisa mengklasifikasikan protista tersebut berdasarkan ciri-ciri nya, agar kita dapat mengenal protista lebih dalam lagi kita pun bisa saja di beri tugas oleh guru untuk mengumpulkan berbagai jenis gambar protista, dan yang paling penting kita harus mengetahui peran protista yang menguntungkan dan protista yang merugikan.
Jennifer: Di bab 5 ini, aku belajar tentang bagaimana protista itu, bagaimana protista hidup, mencari makanan, lalu kelas-kelas dalam protista. Ternyata protista itu banyak sekali ragam dan macamnya. Dan protista itu unik. Protista ada yang bisa mirip dengan jamur, hewan, maupun tumbuhan. Selain protista, tidak ada lagi yang dapat menyerupai seperti protista. Di dalam bab ini lah, aku belajar berbagai macam protista. Lalu di luar pembelajaran dari buku, aku belajar melihat berbagai macam protista di mikroskop. Meskipun hasilnya, aku tidak menemukan protista yang mirip seperti di buku. Di dalam bab 5 ini, aku bukan hanya belajar tentang protista, tetapi ganggang. Jika protista bermaafaat bagi manusia secara tidak langsung sekaligus lebih banyak merugikan manusia, sedangkan ganggang bermanfaat secara langsung terhadap manusia.